Sosok Bos Taksi Hijau Jadi Sorotan Usai Musibah Kereta di Bekasi, Kekayaannya Tembus Rp 600 T
Sosok Bos Taksi Hijau yang Jadi Sorotan Akibat Kecelakaan Kereta di Bekasi

Sosok bos taksi hijau kini menjadi perhatian publik setelah terjadi kecelakaan kereta di Bekasi. Kejadian tersebut menimbulkan korban jiwa dan memicu berbagai pertanyaan mengenai peran armada taksi hijau dalam insiden tersebut.
Taksi hijau yang dimaksud adalah Green SM, sebuah layanan taksi listrik yang dikelola oleh perusahaan Green and Smart Mobility (GSM). Diketahui bahwa armada kendaraan ini diduga menjadi pemicu awal kecelakaan yang terjadi di perlintasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026).
Setelah kejadian tersebut, Green SM Indonesia akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait dugaan keterlibatan armadanya dalam kecelakaan tersebut. Dalam pernyataannya, perusahaan menyatakan bahwa mereka sangat memperhatikan kejadian di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada tanggal 27 April 2026, yang melibatkan satu unit kendaraan taksi listrik dan kereta yang melintas.
“Pada saat kejadian, tidak terdapat penumpang di dalam kendaraan, dan mitra pengemudi dapat keluar dengan selamat sebelum terjadinya tabrakan,” demikian bunyi pernyataan resmi dari Green SM.
Green SM merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), yang didirikan oleh Pham Nhật Vượng, seorang pengusaha asal Vietnam. Ia dikenal sebagai pendiri dan pemilik Vingroup, salah satu konglomerat terbesar di Vietnam. Pham Nhật Vượng lahir di Hanoi pada 5 Agustus 1968.
Ia memperoleh gelar di bidang teknik geologi dari Universitas Teknologi Kyiv, Ukraina. Pada awal 1990-an, ia meraih kesuksesan besar di Ukraina dengan bisnis makanan cepat saji bernama "Mivina," yang kemudian dijual ke perusahaan besar Ukraina.
Pada tahun 1993, Pham Nhật Vượng kembali ke Vietnam dan mendirikan Vingroup. Awalnya, perusahaan ini terlibat dalam sektor real estate, tetapi kemudian berkembang ke berbagai bidang seperti otomotif, teknologi, kesehatan, pendidikan, dan pariwisata.
Vingroup terkenal dengan produk otomotifnya, VinFast, yang bertujuan untuk menjadi produsen mobil dan kendaraan listrik global. VinFast diluncurkan pada tahun 2017 dan telah berkembang pesat. Selain itu, Vingroup memiliki berbagai anak perusahaan yang beroperasi dalam sektor ritel, seperti VinMart, pusat perbelanjaan, serta pengembangan properti seperti VinHomes, dan layanan kesehatan dengan Vinmec.
Pada April 2026, Forbes Real Time Billionaires mencatat kekayaan Pham Nhật Vượng mencapai 24,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 423,1 triliun. Kekayaan ini berasal dari kesuksesannya membangun Vingroup, termasuk ekspansi VinFast ke pasar global.
Pham Nhật Vượng sering dianggap sebagai orang terkaya di Vietnam dan sering masuk dalam daftar orang terkaya di Asia. Kekayaannya terus meningkat seiring dengan perkembangan Vingroup dan VinFast.
Layanan taksi listrik Xanh SM mulai menarik perhatian publik, termasuk di Indonesia. Perusahaan ini merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), yang didirikan oleh Pham Nhật Vượng. Sebagai anak usaha dari VinFast, seluruh operasional Xanh SM menggunakan armada kendaraan listrik, salah satunya model VinFast VF e34.
Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari ambisi besar Vingroup dalam mengembangkan transportasi ramah lingkungan berbasis listrik.
Posting Komentar untuk "Sosok Bos Taksi Hijau Jadi Sorotan Usai Musibah Kereta di Bekasi, Kekayaannya Tembus Rp 600 T"
Silahkan berkomentar sesuai dengan topik soldiradem blog, tanpa meninggalkan link aktif yang bersifat promo!!!!