Widget HTML #1

Blender Berasap atau Bau Sangit?

Blender Berasap atau Bau Sangit?

Blender Berasap, Langsung Rusak? Belum Tentu

Saya sering menerima keluhan seperti ini:
“Blender tiba-tiba bau gosong, keluar asap tipis, tapi masih muter. Apakah motornya sudah mati?”

Kabar baiknya, dalam banyak kasus blender belum rusak total. Penyebab paling umum dari blender berasap atau bau sangit adalah carbon brush (sikat arang) motor yang sudah aus.

Masalah ini termasuk ringan, murah, dan bisa diperbaiki sendiri di rumah jika anda telaten.

Apa Itu Carbon Brush pada Blender?

Carbon brush adalah sikat arang yang berfungsi menyalurkan arus listrik ke bagian rotor motor.
Hampir semua blender rumahan masih menggunakan motor universal dengan carbon brush.

Fungsi carbon brush:

  • Menghantarkan listrik ke motor

  • Menjaga putaran tetap stabil

  • Mengurangi loncatan bunga api berlebih

Jika carbon brush aus, kontak listrik menjadi tidak sempurna.

Ciri-Ciri Carbon Brush Blender Sudah Aus

Sebelum membongkar blender, perhatikan dulu gejalanya:

✅ Blender mengeluarkan bau sangit seperti kabel terbakar
✅ Terlihat percikan api berlebihan dari dalam motor
✅ Blender masih berputar tapi tenaga melemah
✅ Kadang mati sendiri saat dipakai lama
✅ Muncul asap tipis dari ventilasi

Jika tanda-tanda ini muncul, 90% masalah ada di carbon brush.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Tenang, peralatannya sederhana:

  • Obeng (+) dan (–)

  • Tang kecil

  • Carbon brush pengganti (ukuran menyesuaikan)

  • Kuas kecil / blower

  • Tisu atau kain kering

💡 Tips:
Jika ragu, bawa carbon brush lama ke toko servis atau toko elektronik sebagai contoh.

Langkah-Langkah Mengganti Carbon Brush Blender

1️⃣ Cabut Listrik dan Bongkar Casing

Keamanan nomor satu
Pastikan steker blender sudah dicabut dari stop kontak.

  • Balik blender

  • Buka semua baut casing

  • Pisahkan bodi dengan hati-hati

2️⃣ Temukan Posisi Carbon Brush

Carbon brush biasanya berada:

  • Di sisi kiri dan kanan motor

  • Bentuknya kecil, kotak, dengan pegas

Biasanya ada dua buah carbon brush.

3️⃣ Lepas Carbon Brush Lama

  • Tarik perlahan carbon brush

  • Perhatikan panjangnya

🔍 Jika carbon brush sudah pendek (kurang dari 5 mm), berarti memang sudah aus dan wajib diganti.

4️⃣ Bersihkan Area Motor

Sebelum memasang yang baru:

  • Bersihkan debu arang menggunakan kuas

  • Jangan sampai debu masuk ke lilitan motor

Ini penting agar motor tidak cepat panas lagi.

5️⃣ Pasang Carbon Brush Baru

  • Masukkan carbon brush sesuai arah semula

  • Pastikan pegas menekan dengan baik

  • Jangan dipaksa jika terasa seret

⚠ Jangan sampai posisi terbalik karena bisa menyebabkan percikan api berlebihan.

6️⃣ Rakit Kembali dan Uji Coba

  • Tutup casing blender

  • Pasang baut dengan kencang

  • Colokkan listrik

  • Nyalakan tanpa beban selama 10–20 detik

Jika:
✅ Tidak bau
✅ Tidak berasap
✅ Putaran normal

Artinya perbaikan berhasil 🎉

Kesalahan Umum Saat Mengganti Carbon Brush

🚫 Menggunakan ukuran carbon brush yang terlalu kecil
🚫 Tidak membersihkan debu arang
🚫 Langsung digunakan beban berat setelah ganti
🚫 Mengabaikan kondisi komutator (tembaga motor)

💡 Setelah penggantian, gunakan blender bertahap dulu agar carbon brush menyesuaikan permukaan motor.

Kapan Blender Tidak Layak Diperbaiki?

Blender tidak disarankan diperbaiki jika:

  • Lilitan motor sudah terbakar

  • Bau gosong tetap muncul setelah ganti carbon brush

  • Motor berdengung tapi tidak berputar

  • Komutator sudah hitam parah dan terkikis

Jika hanya carbon brush, perbaikan ini sangat ekonomis.

Penutup

Blender berasap atau bau sangit tidak selalu berarti rusak total. Dari pengalaman saya, mengganti carbon brush adalah solusi paling sering dan paling murah.


Muhlisun TMG
Muhlisun TMG Saya memiliki pengalaman dan hobi di bidang elektronika terutama dalam memperbaiki TV, peralatan audio, dan parabola. Selain memperbaiki, saya juga suka merakit dan bereksperimen. Saya telah terjun di dunia elektronik sejak tahun 2014 hingga sekarang. Saya menulis pengalaman saya melalui blog di www.soldiradem.com sejak 2016.

Posting Komentar untuk "Blender Berasap atau Bau Sangit?"