5 Hal yang Meski Diperhatikan Sebelum Menaikkan Tegangan (Voltase) Amplifier Speaker Aktif

Bagaimana cara menaikkan voltase amplifier pada speaker aktif? atau sebenarnya apa saja yang perlu diperhatikan pada saat kita akan menaikkan tegangan pada power amplifier speaker aktif. Karena jika hanya menaikkan tegangan, ganti trafo dengan volt yang lebih besar selesai sudah, namun harus memperhatikan beberapa aspek penting sebelum menaikaan tegangan ampli speaker aktif.. 

1. Pertama kita bahas model speaker aktif yang bisa dioprek amplifiernya. 

5 Hal yang Meski Diperhatikan Sebelum Menaikkan Tegangan (Voltase) Amplifier Speaker Aktif

Satu dari sekian banyak model sepaker aktif memiliki mesin yang berbeda,.Oleh karena itu saya hanya ingin menjawab apa yang saya paham mengenai hal ini dari pengalaman yang pernah saya alami.

Model speaker aktif ada dua jenis menurut jenis amplifier yang digunakan. yaitu menggunakan ic dan menggunakan transistor.

Untuk speaker aktif amplifer menggunakan ic biasanya pabrik pembuat telah setting voltase sesuai dengan kemampuan sebuah ic yang digunakan. Artinya model amplifier menggunakan ic tidak memungkinkan untuk dinaikkan voltasenya. Kecuali dengan cara mengganti model amplifier dengan sistem ocl dan ampli model lainnya.

Yang mungkin bisa dinaikkan voltasenya ialah model amplifier menggunakan transistor. Amplifier yang digunakan speaker aktif model ocl biasanya memilki rentan voltase antara 20 sampai dengan 25 volt DC .

2. Apabila dinaikkan ke 32 volt dc atau lebih apakah aman?

Kita lihat dulu pada bagian transistor finalnya. Apakah heatsing atau pendingin mampu untuk menahan panas yang dihantarkan oleh transistor? Jika tidak ,kemungkinan transistor akan mudah jebol jika digunakan dalam jangka waktu yang lama dan dalam keadaan power full. Semaikin tinggi tegnagan transistor akan semakin bekerja keras, terlebih beban speaker berlebih.

3. Perhatikan Kemampuan transistor final yang digunakan

Kemudian kita juga harus memperhatikan voltase maksimal transistor final yang digunakan. Jika transistor menggunakan tip 41 tip 42  menggunakan tegangan 32 volt itu sebenanya bisa saja asalkan heatsing yang digunakan mumpuni. Menurut beberapa sumber bahwa tegnagan untuk tip 41 42 ini bisa mencapai maksimal 100 volt 6 ampere. Namun saya sedniri tidak yakin dengan hal tersebut terlebih jika digunakan untuk transistor final biasany untuk suplay satu sepaker saja panasnya minta ampun, dan menggunakan voltase 25 volt saja kadang sudah mengalami kerusakan apalagi sampai tegangan 42 volt. Mungkin iya bisa digunakan tengang 42 volt tapi bukan sebagai transistro final, tapi digunakan untuk transistor driver, untuk ini saya bisa yakin.

Nah daripada ragu lebih baik gunakan transistor yang lebih besar.  Alternatifnya bisa diganti dengan transistor tip dengan seri tip 3055 2955 agar penguatan lebih besar. Namun harus menggunakan produk st yang asli bukan yang merek Hanaya, untuk produk Hanaya digunakan pada tegangan 25 volt saja terkadang tidak awet.

4. Perhatikan pada bagian transistor driver yang digunakan

Selain dari perhatian pada transistor final kita jugah arus memperhatikan transistor driver. Transistor driver ini biasanya pada speaker aktif kelas menegah menggunakan transistor final 41 42c menggunakan a733 dan c945. Nah saat akan mengganti transistor final dengan daya yang lebih besar misalnya tip3055 maka transistor tersebut diganti dengan bd 139 dan bd 140. sedangkan yang ingin mengganti transistor yang lebih besar misalnya thosisba atau sanken, transistor tersebut diganti dengan tip 31, 32. Transistor driver yang saya maksud ialah transistor pada jalur sebelum transistor final. dua itu saja sedangkan transistor lainya biarkan saja apa adanya.


5. Perhatikkan tegangan tone control

Jika tegangan tone control jadi satu dengan power amplifier, itu artinya jika dinaikkan voltasenya akan berpengaruh juga. oleh karena itu jika igin menaikkan voltase amplifier pada speaker aktif kita harus juga memberikan tegangan pada tone control tegangan khusus yaitu menambahkan trafo jika tidak ada tegangan alternatif lainnya.

Mungkin bisa jadi saat pertama kali di naikkan voltasenya tone control tidak terpengaruh, namun lambat laun bisa mengakibatkan transistor pada tone control ikut mati. Oleh karena itu lebih baik jika digunakan tegangan tersendiri.


Kesimpulan

Mungkin itu jawaban saya mengnai cara menaikkan voltase amplifier speaker aktif.  Masalh apa pengaruhnya silahkan cari tahu sendiri apa tujuanya untuk menaikkan tegangan pada amplifier speaker aktif, jika masalah suaranya sebenanya bisa terpengaruh mungkin akan lebih nendang. Atau memilki tujuan untuk menambah speaker pada masing masing front speaker aktif.

Pastinya saat kita memodifikasi buatan pabrik satu aspek saja, kita juga harus memperhatikan aspek lainnya. Karena semua telah diperhitungkan mengnai daya speaker dan juga amplifier.

 Apakah lebih baik mengganti rakitan aslinya dengan ampli rakitan lain atau memodifikasinya, itu terserah dan perhitunganya lebih ekonomis yang mana.

Sekian terimakasih!!!

 Post By soldiradem.com 

0 Response to "5 Hal yang Meski Diperhatikan Sebelum Menaikkan Tegangan (Voltase) Amplifier Speaker Aktif "

Post a comment

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik,diberi nama, tanpa meninggalkan link aktif yang bersifat promo!!!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel