Beberapa Penyebab Parabola Tidak Ada Sinyal

Beberapa penyebab parabola tidak ada sinyal/no signal - Antena parabola merupakan perangkat penerima signal dari satelit. Bentuknya mirip payung namun terbalik. Ada yang berongga seperti jaring namun, ada juga yang tidak berongga/solid. 

Di tengahnya terdapat komponen yang terhubung dengan receiver yang sering kita sebut LNB. Letak LNB bertumpu pada tiang titik fokus. Karena pada dasar nya LNB berguna untuk menerima signal yang telah dipantulkan oleh dish/payung.

Ada dua jenis parabola yang banyak dipasang di rumah rumah saat ini yaitu sistem penerimaan C-BAND dan KU -BAND. Namun  yang paling banyak digunakan saat ini adalah jenis parabola C-BAND, karena sinyal yang stabil dan handal saat hujan, dibanding dengan parabola KU-band yang akan mengalami penurunan kualitas sinyal di kala hujan dan mendung. 

Beberapa wilayah di Indonesia menggunakan antena parabola terutama yang jauh dari pemancar stasiun TV dengan sistem VHF dan juga mungkin ingin menonton siaran luar negeri meski bisa melihat dari siaran lokal. Untuk itu, mereka menggunakan parabola untuk dapat melihat siaran chanel luar negeri. 
beserta cara memperbaiki parabola sinyal hilang


Parabola akan rawan sekali mengalami kerusakan dalam beberapa waktu karena kita tahu bahwa komponen parabola berada di luar ruangan, sehingga tidak tertutup kemungkinan parabola mengalami kerusakan seperti hilang sinyal pada satu dua chanel atau bahkan semuanya.

Berikut ini saya akan menuliskan beberapa penyebab kerusakan parabola dengan gejala tidak ada sinyal.

Permasalahan pada antena parabola disebabkan oleh beberapa permasalahan entah itu komponen mengalami keruskan atau hanya  tergeser oleh angin dan bisa jadi karena perubahan frekuensi.
baca juga: cara mencari chanel trans 7,trans tv dan antv tahun 2019
Berikut saya tulis penyebab parabola no signal dan cara memperbaikinya pada parabola C-BAND

1). Recever tidak konek dengan LNB 

Penyebab yang pertama ialah tidak koneknya receiver tidak konek dengan LNB. Hal ini ditandai dengan tidak adanya intensitas sinyal atau hanya tertera 0% .Secara otomatis receiver tidak menerima signal. 

Jika menemui sinyal tidak ada 0%, sebaiknya pertama periksa konektor pada receiver, apakah terhubung dengan baik?. 

Kemudian setelah dipastikan konektor dalam keadaan baik maka langkah selanjutnya periksa kabel dari receiver menuju ke parabola.

Kebanyakan orang sering salah paham ketika menemui kerusakan intensitas 0%, belum memeriksa kabel namun sudah mentacking dish. Sehingga ini akan sia-sia jika belum melalui dua tahapan konektor dan kabel terlebih dahulu, Jika kabel dan konektor sudah dipastikan baik, maka kita melangkah ke penyebab berikutnya.

2). Dseg/switch mati

Dseg berfungsi sebagai konektor pemersatu pembagi signal dari LNB, jika switc/dseg ini bermasalah biasanya intensitas sinyal ada namun kadang hilang alias 0%.

 Terkadang kerusakan swich, juga ditandai dengan adanya salah satu satelit tidak dapat terdeteksi, tapi ada salah satu satelit yang terdeteksi. Ini berarti salah satu chanel LNB ada yang tidak berfungsi.

Untuk mengatasi atau mengetahui kerusakan dseg, coba ganti dseg terlebih dahulu kemudian ditraking. Jika hasilnya semua satelit dapat signal maka kemungkinan memang dseg nya yang rusak. Namun apabila tetap tidak ada perubahan berarti kerusakan terjadi pada salah satu LNB mati.

Kerusakan dseq juga ditandai dengan sinyal terjadi saling tarik menarik. Misalnya kita sudah mendapatkan sinyal satelit Palapa namun satelit Telkom hilang sinyal. Begitu sebaliknya ketika sudah mendapatkan sinyal telkom ternyata Palapa hilang. Ini sering saya alami terutama ketika instalasi antara antena receiver dan komponen parabola telah cocok dan tidak tertukar.

Insatalasi pada jenis LNB c band dengan menggunakan 2 lnb biasanya pada switch terpasang LNB 1 untuk lnb sebelah barat. kemudian pada receiver harus terprogram Satelit Palapa d di program LNB1. jika instalasi terbalik maka sinyal akan tarik menarik.  

3). LNB mati

Gejala lnb mati, ditandai dengan adanya salah satu satelit yang tidak bisa menampilkan sinyal, lebih parahnya lagi, kerusakan pada LNB bisa menyebabkan receiver mati total.

Jika anda menemui kerusakan seperti itu, lepaskan konektor yang terhubung dengan LNB. Jika receiver menyala berarti short pada perangkat yang menuju LNB, terutama LNB itu sendiri.

Untuk mengatasi hal ini, maka gantilah LNB dan dseg. Namun sebelum mengganti komponen LNB dan dseg, coba periksa kabel konektor antara dseg dan swit bagi yang menggunakan output dseg. Bagi yang menggunakan 22k yang tertanam di LNB maka periksa konektor antar LNB.

Konektor dirasa aman maka silahkan ganti komponen LNB dan dseg ,pemasangan usahakan seperti semula agar settingan baut fokus tetap sama ketika traking. untuk lebih lanjut mengetahui bagaimana mengecek lnb silahkan pergi ke link artikel berikut ini:


4). Receiver rusak'

Kerusakan receiver ditandai dengan tidak ada sinyal sedikitpun atau juga bisa menerima signal namun hanya satu polaritas saja. Misalnya hanya menerima polaritas vertikal saja, sedangkan polaritas horizontal tidak dapat ditampilkan.

Untuk memastikan kerusakan jenis ini maka Bisa dengan mengganti receiver dengan receiver lain. Karena tidak dapat menerima salah satu polaritas juga  disebabkan oleh LNB mengalami kerusakan


5). Kesalahan saat memogram

Kesalahan memogram receiver juga bisa menjadi penyebab tidak adanya signal parabola. Ini terjadi karena tidak pahamnya pengguna receiver mengenai pemograman. Mereka mencoba membenahi namun berakibat kesalahan yang tidak disadari sehingga mereka bingung dengan apa yang terjadi.

Jika ini yang terjadi maka yang perlu dilakukan ialah memogram ke standar pabrik. Sehingga settingan receiver kembali seperti saat baru digunakan.

Istilah dalam menu receiver mpg2 untuk kembali ke standar pabrik tertulis deful value. Setelah di standarkan pabrik lagi maka bisa langsung ke menu scan uang masing masing satelit sehingga bisa langsung update frekuensi tebaru dari palapa dan telkom. Terutama bagi receiver keluaran lama yang belum memperbarui SW. 

6). Terjadi perubahan frekuensi
seperti misalnya pada telkom 4

Gajalanya ditandai dengan tidak tampil salah satu chanel saja. Ini dapat diatasi dengan dua cara yaitu dengan mengscan ulang pada satelit yang menampilkan chanel tersebut atau mengganti frekuensi yang terbaru dengan cara memasukkan frekuensi yang hilang sinyal di menu edit.


Penyebab parabola tidak ada sinyal/no signal yang diterima oleh receiver ternyata memang gampang-gampang susah. Gampang jika posisi parabola dipasang pada area yang mudah di jangkau. Susahnya jika antena di pasang pada Medan yang sulit.

Untuk kerusakannya sendiri sebenarnya sangat mudah untuk dipahami. Itulah sebabnya saya bilang servis parabola itu gampang-gampang susah. 

Semoga permasalahan parabola anda dapat teratasi dengan membaca tulisan saya ini. Mohon maaf jika bahasa yang saya gunakan tidak baik. Demikian dan terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel